Pages

Wednesday, May 29, 2013

Broker properti di Denpasar


Profesi menjadi broker/ agen properti menjadi impian bagi semua orang. Bagaimana tidak keuntungan yang dihasilkan cukup lumayan. Di Denpasar untuk area Selatan seperti Renon, daerah tukad dan sekitarnya, banyak sekali akan anda temui agen properti ilegal. Agen agen ini bahkan tidak tahu pemilik lahan yang akan dijual. Bahkan data properti yang akan dijual sering tidak valid. Validitas sangat penting bagi seorang agen. Seorang agen dituntut untuk mengetahui secara detail lahan/rumah yang akan dijual. Juga telah memegang salinan surat sertifikat ataupun IMB.


Berbeda dengan BROKER properti yang legal dimana mereka mengantongi surat izin usaha perusahaan perantara perdagangan properti (SIU-P4). Di Indonesia ada asosiasi yang mewadahi para broker yakni Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi). Asosiasi ini tak sekadar merangkul para broker di seluruh Indonesia untuk mewujudkan layanan profesional kepada pengguna jasa, sekaligus menjadi wadah meningkatkan skill dan daya saing para broker menyikapi persaingan pasar bebas.
Retorika dari kompetisi bisnis broker di Bali kini makin ketat. Konsekuensianya tak dipungkiri masih banyak broker liar alias ilegal beroperasi.

Diambil dari http://asepheryana.com

Tentang fee jasa broker properti dibedakan dua jenis yakni untuk produk rumah baru atau second. Masing- masing perbedaan fee-nya yakni untuk rumah baru dikenakan 2,5 persen, sedangkan rumah second 5-8 persen. Syarat lain, tentu saja pengguna jasa menyerahkan kopi dari legalitas produk yang akan dijual sehingga bisa menjadi referensi bagi pasar yang mencari informasi jual-beli di usaha broker. Dalam operasional pemasaran selain mengandalkan sejumlah marketing andal di daerah, ia juga memanfaatkan teknologi internet sehingga menjangkau pasar yang cukup luas. Selama ini usaha broker properti yang dijalankan cukup lancar sehingga menjadi tantangan tersendiri baginya meningkatkan profesionslisme layanan guna meningkatkan daya saing.

Kadang-kadang seorang pemula pun mulai belajar menjadi broker, dengan sekedar menyambung pembicaraan teman, ataupun dititip jual oleh pemilik. Nah alangkah baiknya bagi yang ingin menjual lahan / rumah mengantongi ijin resmi untuk menjadi agen. Sehingga kepercayaan di mata penjual/pembeli lebih bagus.




No comments:

Post a Comment